Cool Blue Outer Glow Pointer

Sabtu, 11 Juni 2016

PTA KELOMPOK 3


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
         Henry Fayol seorang industrialis dari perancis,hidup pada tahun 1841-1925,Fayol mengemukakan dan membahas 14(empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi.Pelaksana administrasi adalah seorang yang disebut administrator.Ketika organisasi belum maju dan belum terlalu kompleks,seorang administratormelaksanakan fungsi perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan dan kordinasi. Selanjutnya menurut James D. Mooney Menurut James D. Mooney; kaidah – kaidah yang diperlukan untuk menetapkan orgainsasi manajemen. Kemudian menurut Luther H.Gullick lahir di Osaka Jepang pada 17 Januari 1892 dan Meninggal 10 Januari 1993. Selain sebagai guru besar ilmu administrasi pada Columbia University, Gulick juga adalah anggota Komite Brownlow untuk Manajemen Administratif yang dibentuk oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt. Komite tersebut menaruh perhatian pada restrukturisasi eksekutif.

B.  Rumusan masalah
a.       Apa  yang di kemukakan oleh Hanri Fayol mengenai Teori Administrasi Manajemen?
b.      Kemudian apa saja mengenai Teori Administrasi Manajemen menurut James D. Mooney?
c.       Bagaimana Teori Administrasi Manajemen menurut Luther H. Gullick?

C.  Tujuan penulisan
a. Untuk mengetahui Teori Administrasi Manajemen yang di kemukakan oleh Hanri Fayol
b.Untuk menambah wawasan mengenai Teori Administrasi Manajemen menurut James D. Mooney
c. Untuk mengetahui Teori Administrasi Manajemen menurut Luther H. Gullick


BAB II
PEMBAHASAN
A.  ADMINISTRATIVE MANAGEMENT THEORY MENURUT HENRI FAYOL
a.    Profil Hanri Fayol
            Henry Fayol seorang industrialis dari perancis,hidup pada tahun 1841-1925, Fayol berpengalaman mulai sebagai pekerja teknik, kemudian menjadi pimpinan umum (General Manager) dari suatu perusahaan pertambangan pada tahun 1888.
Fayol mengemukakan dan membahas 14(empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu:
- Pembagian kerja ( division of work)
- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibiliy)
- Disiplin (dicipline)
- Kesatuan perintah (unity of command)
- Kesatuan pengarahan (unity of direction)
- Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordination of individual intereststo general interest)
- Balas jasa (remuneration of personnel)
- Sentralisasi (sentralization)
- Rantai skalar (scalar chain)
- Aturan (order)
- Keadilan (equity)
- Kelanggengan personalia (stability of tenure personnel)
- Inisiatif (initiative)
- Semangat korps (esprit de corps)
Pelaksana administrasi adalah seorang yang disebut administrator.Ketika organisasi belum maju dan belum terlalu kompleks,seorang administrator melaksanakan fungsi perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan dan kordinasi.Tugas seorang adminstrator dalam melakukan administrasi mencakup koordinasi dan pengawasan/pengendalian.Pada saat kegiatan administrasi telah maju,maka pelaksanaan administrasi dilaksanakan oleh orang-orang yang bekerja sama dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan bersama,dan untuk itulah diperlukan organisasi dan manajemen.
Secara sederhana organisasi adalah suatu kerja sama kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada.Pengertian lain juga menyebutkan bahwa organisasi adalah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama,agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Administrasi : Menurut Fayol, Administrasi merupakan bagian kegiatan dalam Badan Usaha. Badan Usaha adalah yang melaksanakan ke arah suatu sasaran atau tujuan (obyektif) dengan usaha mendapatkan keuntungan yang optimum dari semua sumber-sumber yang tersedia. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan pekerjaan yang lancar dengan menerapkan ke-6 (enam) fungsi utama, di mana administrasi hanyalah salah satu fungsi kegiatan. Adapun 6 (enam) fungsi/kegiatan itu ialah:
 
1.Kegiatan teknis (Operations techniques), yaitu produksii, fabrikasi, pengolahan.
2.Kegiatan Kommersial (Operations commerciales), yaitu jual beli, tukar me-nukar.
3. Kegiatan Finansial (Operations fenancieres), yaitu mencari dan menggunakan uang/kapital.
4. Kegiatan Keamanan (Operations de securite), yaitu perlindungan harta ke-kayaan dan orang.
5. Kegiatan Akunting (Operations de comptabilite), yaitu inventaris, neraca, nilai harga, statistik.
6. Administrasi (Operations administratives) yaitu perencanaan, pengorganisasian, memimpin,       pengkoordinasian dan pengawasan.
Henry Fayol mendefinisikan adminiwasi dalam 5 unsur (elemen) yaitu:
1. Untuk meramalkan (forecast) dan untuk merencanakan (plnnning/prevoyance). Untuk mengorganisasi (Organizing/Organisation).
2. Un
tuk memimpin (Commanding/Commandement).
3. Untuk mengkoordinasl (Coordinating/Coordination,).
4. Untuk mengawasi (Controlling/Controle). 

b.   Perlunya Pendidikan/latihan Administrasi
Fayol menyarankan latihan administrasi untuk semua tingkat jabatan, dimulai dari tingkat elementer dari jabatan yang terendah hingga meliputi semua pegawai, kecuali jabatan tingkat atas (tinggi), yaitu Pimpinan Executive dan anggota-anggota Dewan Pimpinan yang bertindak sebagaiPengajar.

c. Perlunya Teori Administrasi
Mengapa tidak ada pendidikan administrasi tanya Fayol. Kenyataan bahwa waktu itu belum adanya teori Administrasi, sebab tanpa teori tidak mungkin adanya pengajaran. Sebenarnya tidak sedikit teori-teori dari seseorang yang berpengalaman memimpin suatu bidang-bidang usaha dengan sukses, tetapi usahausaha pengumpulan daripada prinsip-prinsip, peraturan-peraturan, metode-metode, prosedur-prosedur dan sebagainya yang dipergunakan untuk mengecek dari pengalaman-pengalaman umum tersebut belum ada.
Oleh karena itu, Fayol memelopori penulisan buku: General and Industrial Administration (Administrasi Umum dan Industri), yang dimulai dengan proses perumusan teori. "Saya mengharap", ia menambahkan, "dengan metode ini, suatu teori Administrasi akan berasal dari Buku ini." Hal ini dilakukan sebagai suatu dasar atau pedoman yang akan dilakukan untuk pengajaran administrasi, baik di sekolah maupun di tempat pekerjaan.

B.  ADMINISTRATIVE MANAGEMENT THEORY JAMES MOONEY
       James D. Mooney Menurut James D. Mooney; kaidah – kaidah yang diperlukan untuk menetapkan orgainsasi manajemen adalah sebagai berikut:
 - Koordinasi, merupakan kaidah yang menghendaki aadaynya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan dan kedisiplinan yang tinggi.
 - Prinsip scalar, yaitu suatu prinsip yang mendefinisikan tentang hubungan kepemimpinan, pendelegasian dan antar fungsi – fungsi tertentu yang dibutuhkan.
 - Prinsip Fungsional, merupakan suatu prinsip yang mendefinisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan serta dalam usaha mencapai tujuan bersama.
 - Prinsip Staf, merupakan prinsip yang membedakannya sebagai manajer staf dan lini lainnya.

C. ADMINISTRATIVE MANAGEMENT THEORY LUTHER GULLICK
Luther H.Gullick lahir di Osaka Jepang pada 17 Januari 1892 dan Meninggal 10 Januari 1993. Selain sebagai guru besar ilmu administrasi pada Columbia University, Gulick juga adalah anggota Komite Brownlow untuk Manajemen Administratif yang dibentuk oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt. Komite tersebut menaruh perhatian pada restrukturisasi eksekutif. Gulik mengakui bahwa pemerintah menghadapi masalah desain organisasi. Pemerintah harus bertanggung untuk melaksanakan banyak tugas yang kompleks, setiap departemen pemerintah menghasilkan barang dan jasa yang berbeda-beda. Berdasarkan alasan tersebut, setiap departemen pemerintah harus diperlakukan sebagai unit yang independen dan otonom di dalam sebuah sistem organisasi yang besar.
Untuk menjelaskan fenomena tersebut Gulik mengemukakan teori tentang koordinasi melalui desain organisasi. Pandangan teoritiknya ditulis dalam kertas kerja yang berjudul Papers on the Science of Administration yang disuntingnya bersama Lyndall Urwick dan diterbitkan tahun 1937 (Shafritz & Ott, 1987:87-97; Tompkins, 2005:108). Gulik memfokuskan analisisnya pada cara di mana koordinasi dapat dicapai melalui prinsip fungsional dan prinsip skalar.
Menurut Gulik, organisasi sebagai suatu cara koordinasi membutuhkan pengembangan suatu sistem otoritas di mana maksud atau tujuan utama dari suatu usaha publik diterjemahkan ke dalam realitas melalui kombinasi usaha dari sejumlah spesialis, masing-masing mengerjakan bidangnya sendiri pada tempat dan waktu yang tertentu. Prinsip fungsional menurut Gulik merupakan bagian dari proses departementalisasi yang mencakup tiga langkah: identifikasi tugas dasar, penunjukan direktur untuk mengawasi apakah tugas telah dilaksanakan, dan menentukan jumlah dan sifat unit-unit kerja untuk keperluan pembagian tugas. Agensi-agensi pemerintah dapat didepartementalisasi berdasarkan tujuan, proses, person, dan tempat. Selanjutnya, prinsip skalar merefleksikan langkah keempat atau setelah departementalisasi. Prinsip skalar tercermin dari bagan organisasi yang menggambarkan rentang kendali setiap manajer dan mengindikasikan siapa melapor ke siapa di dalam hirarki organisasi. Prinsip skalar ini mencerminkan pengembangan serta penyempurnaan struktur otoritas di antara direktur dengan sub-sub divisi (Tompkins, 2005:109-111).

Pemikiran Luther Gullick dan Sebab Kemunculannya
Salah satu dari dua atau tiga karya yang penting dalam administrasi yang terbit pada tahun 1930-an berupa suatu kumpulan karangan dengan judul Papers on the science of administration, dibawah asuhan Luther Gullick dan Lyndall Urwick. Tonggak utama dari era ini tentu saja adalah munculnya artikel L. Gulick (1937) yang berjudul Notes on the Theory of Organization, Professor Gullick mengemukakan suatu istilah singkatan kata POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Co-ordinating, Reporting dan Budgeting) sebagai suatu jembatan untuk mengingat-ingat fungsi-sungsi eksecutive di dalam administrasi.
Tidak dapat dipungkiri, upaya para ahli administrasi negara untuk mengembangkan body of knowledge ilmu administrasi negara sangat dipengaruhi oleh ilmu manajemen. Prinsip-prinsip administrasi sebagaimana dijelaskan oleh para ilmuwan tersebut pada dasarnya merupakan prinsip-prinsip administrasi yang diadopsi dari administrasi bisnis yang menurut mereka dapat juga diterapkan di organisasi pemerintah.
Efek yang diharapkan dari pemikiran tersebut adalah untuk mengendalikan para eksekutif dari organisasi dan instirusi untuk mengatasi situasi yang darurat. Pada kenyataanya, pemikiran ini bukanlah ide baru. Kemudian pemikiran tersebut merupakan gambaran dari kinerja suatu pekerjaan. Kemudian muncul pertanyaan, apa kinerja penting atau kinerja utama dari para eksekutif tersebut. Jawabannya adalah POSDCORB.
POSDCORB memberikan fungsi yang lebih variatif untuk elemen-elemen kerja eksekutif di dalam administrasi dan manajemen yang kehilangan konten utama.
Ditinjau dari segi penggerakan bawahan dalam rangka filsafat administrasi dan manajemen, dari rangkaian itu yang terpenting ialah fungsi directing. Directing sebagai konsep adalah lebih lunak dari comanding. Jika dihubungkan dengan masyarakat Amerika dan perkembangan ilmu administrasi yang telah semakin berkembang , dengan mudah dapat dipahami penggunaan istilah yang lebih lunak itu. Gullick menulis karyanya tahun 1930 pada waktu Ilmu Administrasi Negara telah lebih meningkat.
Kontribusi POSDCORB
POSDCORB umumnya cocok menjadi gerakan Manajemen Klasik, yang diklasifikasikan sebagai unsur manajemen ilmiah, yang populer di akhir abad 20 dan awal 19. Gulick dengan prinsip POSDCORB berperan dalam menyoroti teori rentang kendali, atau batasan pada jumlah orang seorang manajer bisa mengawasi, serta kesatuan perintah untuk bidang manajemen dan administrasi publik.
Pemikiran-pemikiran tersebut dapat diklasifikan menjadi model-model pengembangan dalam manajemen publik diantaranya adalah :
1.      Pengembangan Planning dan Reporting menghasilkan POLICY ANALYSIS
2.      Pengembangan Budgeting menghasilkan FINANCIAL MANAGEMENT
3.  Pengaembangan Staffing, Directing dan Organizing menghasilkan HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
4. Pengembangan Reporting, Directing dan Coordinating menghasilkan INFORMATIONAL MANAGEMENT


BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Fayol mengemukakan dan membahas 14(empat belas) kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi yaitu:
- Pembagian kerja ( division of work)
- Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibiliy)
- Disiplin (dicipline)
- Kesatuan perintah (unity of command)
- Kesatuan pengarahan (unity of direction)- Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (subordination of individual intereststo general interest)
- Balas jasa (remuneration of personnel)
- Sentralisasi (sentralization)
- Rantai skalar (scalar chain)
- Aturan (order)
- Keadilan (equity)
- Kelanggengan personalia (stability of tenure personnel)
- Inisiatif (initiative)
- Semangat korps (esprit de corps)

       James D. Mooney Menurut James D. Mooney; kaidah – kaidah yang diperlukan untuk menetapkan orgainsasi manajemen adalah sebagai berikut:
 - Koordinasi, merupakan kaidah yang menghendaki aadaynya wewenang, saling melayani, perumusan tujuan dan kedisiplinan yang tinggi.
 - Prinsip scalar, yaitu suatu prinsip yang mendefinisikan tentang hubungan kepemimpinan, pendelegasian dan antar fungsi – fungsi tertentu yang dibutuhkan.
 - Prinsip Fungsional, merupakan suatu prinsip yang mendefinisikan berbagai macam tugas yang harus diselesaikan serta dalam usaha mencapai tujuan bersama.
 - Prinsip Staf, merupakan prinsip yang membedakannya sebagai manajer staf dan lini lainnya.

Pemikiran-pemikiran tersebut dapat diklasifikan menjadi model-model pengembangan dalam manajemen publik diantaranya adalah :
1.  Pengembangan Planning dan Reporting menghasilkan POLICY ANALYSIS
2.  Pengembangan Budgeting menghasilkan FINANCIAL MANAGEMENT
3. Pengaembangan Staffing, Directing dan Organizing menghasilkan HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
4. Pengembangan Reporting, Directing dan Coordinating menghasilkan INFORMATIONAL MANAGEMENT

B.  Saran
        Sebaiknya tim penulis, dalam menyusun makalah selanjutnya lebih  melengkapi dan menggunakan kata-kata yang lebih efektif untuk hasil  yang lebih baik.Makala ini jauh dari kesempurnaan, olehnya itu keritik dan saran perbaikan yang membangun demi kesempurnaan isi makalah ini dengan tangan terbuka dan hati yang lapang penulis sambut.



DAFTAR PUSTAKA
Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ












PTA KELOMPOK 2



BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang
Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno “menagement”yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary Parker Follet, manajemen merupakan seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini dapat diartikan bahwa seorang manager bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.sedang menurut Ricky w.Griffin, manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Namun, Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu manajemen sekarang ini berkembang begitu pesat. Sehingga terdapat berbagai macam definisi tentang manajemen itu sendiri. Dan  sampai saat ini telah terdapat beberapa teori tentang perkembangan manajemen, namun belum ada teori yang bisa diterapkan dalam segala situasi dan kondisi. Ilmu manajemen memberikan pemahaman tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan manajer.
Dari beberapa tahap perkembangan teori manajemen, didalam tulisan  akan coba dibahas salah satu tahap perkembangan Teori Manajemen yaitu Scientific Management Theory (teori manajemen ilmiah). Selain memeberikan gambaran tentang Teori Manajemen Ilmiah, diharapkan tulisan ini juga bisa memberikan sumpansi terhadap ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen ke depannya.
1.2.         Rumusan Masalah
Berdasar dari penjelasan pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pokok yang akan menjadi pembahasan. Yaitu sebagai berikut;
  1. Bagaimana perkembangan teori manajemen ?
  2. Apaka itu perkembangan teori manajemen ilmiah menurut ahli ?
1.3.         Tujuan Penulisan
Berdasar dari beberapa rumusan masalah di atas, maka dapat dibuat suatu tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu;
  1. Agar mahasiswa dapat lebih memahami tentang perkembangan teori manajemen itu.
  2. Agar mahasiswa bisa lebih memahami dan mengetahui tentang perkembangan teori manajemen ilmiah menurut beberapa ahli.

BAB  2 PEMBAHASAN

2.1.                     Pengertian Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa Italia”maneggiare”, kata ini mendapat pengaruh dari bahasa prancis manege yang berarti “kepemilikan kuda”(yang berasal dari bahasa inggris yang berarti seni mengendalikan kuda). Bahasa prancis kemudian mengadopsi kata ini menjadi “management” yang berarti seni melaksanakan dan mengatur.
Menurut Mary parker follet, manajemen merupakan seorang manajer yang bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan Ricky w. griffin mengatakan bahwa manajemen merupakan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Namun, manajemen belum memilki definisi yang mapan yang mampu diterima secara universal.
Berikut ini fungsi dari manajemen itu sendiri;
  1. Perencanaan(planning)
Serangkaian proses penetapan tujuan dari organisasi dan penentuan berbagai strategi yang di butuhkan untuk mencapai tujuan.
  1. Pengorganisasian(organizing)
Serangkaian aktivitas pembagian tugas yang akan dikerjakan, serta pengembangan  struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan agar pekerjaan bisa selesai dengan baik.
  1. Pengarahan(directing)
Aktivitas yang berhubungan dengan pemberian bimbingan, saran, motivasi, penugasan, serta instruksi dari atasan kepada bawahan.
  1. Pengendalian(controlling)
Serangkaian pengawasan kepada pekerja agar pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
  1. Evaluasi
Serangkaian aktivitas untuk mengetahui apakah pelaksaan kegiatan telah sesuai dengan rencana sebelumnya.


2.2.         Perkembangan Teori Manajemen
Sesungguhnya manajemen sudah ada sejak zaman dahulu kala. Salah satu buktinya yaitu bangunan piramida yang ada di Mesir. Adanya bangunan tersebut menunjukan bahwa zaman dahulu telah terjadi serangkaian kegiatan yang di atur sedemikian rupa mengikuti berbagai tahapan yang telah di persiapkan. Dari sejarah telah kita ketahui bahwa terdapat begitu banyak orsng yang mengerjakan bangunan tersebut.
Selain piramida ada juga benteng raksasa  di China yang berdiri sejauh ribuan kilometer. Benteng ini juga menjadi bukti akan adanya proses manajemen di China zaman dahulu sehingga bangunan tersebut bisa di bangun. Selain itu, di Indonesia juga terdapat bangunan candi Borobudur, serta masih banyak lagi bangunan-bangunan kuno yang proses pembuatannya begitu rumit.
 Secara keilmuan, manajemen baru terumuskan kurang lebih pada abad ke-18 atau awal abad 19 masehi. Robert owen(1771-1858) dan Charles babbage(1972-1871) merupakan salah satu tokoh yang memperkenalkan manajemen secara keilmuan. Owen yang seorang industrialisasi dari inggris adalah salah satu tokoh pertama yang menyatakan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan kerja. Sedangkan Babbage yang seorang ahli matematika dari inggris merupakan salah seorang yang pertama kali membicarakan mengenai pentingnya efisiensi dalam proses produksi.
 Apa yang telah dikenalkan oleh kedua ilmuan tersebut pada abad ke-19 memberikan kontribusi besar  kepada para praktisi manajemen bahwa organisasi manajemen perlu di kelola secara benar, terutama terhadap organisasi yang begitu besar dan memiliki banyak manusia yang terlibat di dalamnya.


Perkembangan pemikiran manajemen sebagai praktek yang dilandasi konsep teori sebagai  berikut;
  1.  Teori manajemen ilmiah(1890-1930).
  2. Teori manajemen organisasi klasik(1900-1940).
  3. Aliran perilaku(1924-1940).
  4. Pendekatan sistem(1940-sekarang).
  5. Pendekatan kontingensi atau pendekatan situsional(1950-sekarang).

 2.3.         Teori Manajemen Ilmiah
1.                  Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
Frederick W.Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah. Taylor merupakan pencetus ide tentang penggunaan metode ilmiah dalam manajemen. Ide ini muncul akibat dari ketidakpuasan Taylor akan ketidakefisienan pekerja saat itu yang mana para pekerja menganggap enteng pekerjaannya. Hal ini merupakan titik tolak dari penerapan manajemen secara ilmiah, hasil dari penelitian tentang studi waktu kerja(time and motion studies). Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan. Dari sinilah ia mengembangkan analisis kerja. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential yaitu prinsip pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas , mutu, pendapatan pekerjaan, dan semangat kerja karyawan.
Adapun manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip yang ditetapkan yaitu sebegai berikut;
a.       Mengembangkan ilmu untuk setiap elemen pekerjaan, untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu.
b.      Memilih karyawan secara ilmiah, dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah pertama.
c.       Mengawasi karyawan secara ilmiah, untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan.
d.      Kerjasama antara manajemen dengan pekerja ditingkatkan. Persahabatan antar keduanya juga di tingkatkan.
Dalam menerapkan ke empat prinsip diatas, Taylor menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manager dan pekerja. Dari prinsip tersebut terjadi perubahan yang signifikan dalam manajemen, dimana para pekerja dilatih dan dipilih oleh manajemen. Tidak seperti sebelumnya dimana pekerjalah yang memilih dan melatih diri.
Beberapa buku Taylor yang terkenal adalah “Shop Management(1930)”, “Principles Of Scientific Management(1911)”, dan “Testimory Before Special House Comitte(1912)”. Dan pada tahun 1947 digabungkan menjadi satu buku berjudul “scientific management”. Sedangkan mekanisme dan teknik-teknik yang digunakan Taylor untuk mengembangkan prinsip-prinsip diatas, antara lain; studi gerak dan waktu, pengawasan fungsional, system upah perpotong, prinsip pengecualian, kartu instruksi, pembelian dengan spesifikasi dan standarisasi pekerjaan, peralatan dan tenaga kerja.
Manfaat yang di dapat dari perkembangan teknik manajemen ilmiah ini, tampak pada teknik-teknik informasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan masalah yang ada.

2.                  Hendry L. Gantt(1861-1919)
Henry L.Gantt terkenal dengan sistem bonus harian dan bonus extra untuk para mandor. Disamping itu, Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide dari Owen. Gantt Chart(bagan ghantt) yang menjadi popular dan digunakan untuk perencanaan, yaitu mencatat jadwal para pekerja tertentu. Ia menekankan akan pentingnya mengembangkan hubungan timbal balik antara manager dan karyawan agar tercipta kerjasama yang harmonis.
Henry beranggapan bahwa unsur manusia begitu penting. Oleh karena itu dia mengusulkan akan pentingnya mengajarkan, mengembangkan pemahaman tentang sistem pada pihak karyaawan dan mangemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen.
Metodenya yang terkenal adalah metode Grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial kearah yang lebih baik lagi. Dengan menekankan pentingnya waktu ataupun biaya dalam merencanakan ataupun mengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya “Ghantt Chart”
3.                  The Gilbreths (Frank Gilbert:1868-1924 dan Lilian Gilbert: 1878-1972)
Suami istri ini mempelajari masalah gerak dan kelelahan pada pekerja. Selain itu, mereka juga tertarik dengan usaha membantu pekerja dalam menampilkan potensinya secara penuh sebagai manusia. Menurut mereka, banyak manfaat yang di berikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting yang dilupakan yaitu kebutuhan social manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa.
Perhatian Lilian Gilbert tertuju pada aspek manusia dari pekerjaannya. Dan Frank gilbert berfokus pada efisiensi, yaitu usaha untuk menemukan cara satu-satunya yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Menurut Frank, pergerakan yang dapat di hilangkan akan mengurangi kelelahansehingga semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Mereka beranggapan bahwa penerapan prinsip manajemen ilmiah, harus memandang kepribadian serta kebutuhan pekerja. Ketidakpuasan diantara pekerja karena kurangnya perhatian dari pihak manajemen.

Keluarga Gilbert kemudian menciptakan Micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh setiap pekerja serta lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Keluarga Gilbert juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama 17 gerakan tangan dasar seperti; mencari, menggenggam, memegang, dan lain-lainnya. Skema ini mereka sebut Therbligs(kebalikan dari nama gilbreth). Skema ini memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisa cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.

            Pendekatan Kuantitatif
                         Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif seperti statistic, model optimasi, model informasi, atau simulasi computer untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. Contohnya yaitu; pemprograman linear digunakan para manajemen untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya. Bisa juga pada model kuantitas pesanan ekonomi membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum, dan lain sebagainya.
Pendekatan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistic terhadap masalah militer selama perang dunia ke-2. Setelah perang berakhir, teknik matematika dan statistika yang digunakan pada sector militer tersebut kemudian diterapakan pada sector bisnis. Peloprnya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki “whiz kids”. Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistic dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.



BAB 3 PENUTUP

3.1.            Kesimpulan
Ilmu manajemen sudah ada sejak zaman dahulu, seperti yang telah di contohkan pada masyarakat Mesir, China, dan bahkan Indonesia sendiri. Ilmu manajemen sangat penting untuk diterapkan dalam pengelolaan suatu pekerjaan agar pekerjaan tersebut bisa menjadi terarah dan terstruktur dalam upaya pencapaian tujuannya.
Dalam teori manajemen ilmiah, Frederick merupakan pencetus munculnya teori tersebut akibat dari ketidakpuasannya terhadap kinerja para pekerja di masa itu. Namun dia lupa akan kepentingan social dari para pekerja tersebut. Dia hanya menginginkan peningkatan mutu kerja dengan bayaran kurang.
Di era Henry, dia mementingkan unsur manusia. Dia beranggapan bahwa manusia itu penting. Dia menerapkan sistem bonus kepada mandor. Dan dia juga memperkenalkan bagan gantt.
Dan pada era frank gilbert dan istrinya, mereka menciptakan alat untuk meminimalisir tenaga yang dikeluarka pekerja, namun hasil pekerjaannya tetap bagus.



DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/frederick-w-taylor
pengabdianqu.blogspot.com
fyyaacivil.blogspot.com/p/artikel-manajemen-ilmiah
velyrandyantini.blospot.com